Kelangkaan Ulama yang Mengerti Ekonomi

dari +628572632XXX : knp ulama2 skrg bnyk yg tdk mengerti masalah ekonomi ummat ?

Jawab:
Realitas ini adalah bukti tak terbantahkan dari keberhasilan aqidah bathilah Sekularisme menggantikan secara utuh aqidah Islamiyah, sehingga kedudukan ideologi Islam pun tergantikan 100 persen oleh ideologi Kapitalisme Sekularistik.

Sekularisme mewajibkan memisahkan urusan keagamaan yakni hubungan manusia dengan Tuhannya dari urusan publik yakni urusan politik dan negara : give the God his rights and give the Emperor his rights too. Sekularisme muncul lalu mendasari peristiwa Revolusi Perancis pada 14 Juli 1789, sehingga sampai kini telah berumur 222 tahun dan telah menjadi asas pemikiran sekaligus kehidupan umat Islam paling tidak sejak 3 Maret 1924 alias 87 tahun lebih 9 bulan. Tentu saja perjalanan waktu yang hampir satu abad tersebut sudah cukup untuk menjadikan Sekularisme sebagai perkara yang bersifat final bagi umat Islam (قَنَاعَتُهُمْ) sehingga apa pun yang dititahkannya dipastikan akan ditaati oleh mereka.

Akhirnya umat Islam memposisikan Islam tiada lain tiada bukan hanya sebatas rukun Islam lima yang notabene itu hanyalah aturan main hubungan mereka dengan Allah SWT dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan muamalah dan uqubat. Padahal muamalah adalah aturan main dalam Islam yang mengatur interaksi sesama manusia yang tentu saja di dalamnya ada sistem perekonomian dalam Islam. Sekali lagi, inilah penyebab utama mengapa banyak sekali ulama Islam yang sangat tidak paham terhadap sistem perekonomian dalam Islam dan realitas itu sangat terbukti dari sepak terjang mereka yang justru “merestui” kemunculan dan keberadaan berbagai lembaga keuangan (bank maupun non bank) yang berembel-embel syariah daripada berupaya keras dan sungguh-sungguh untuk mengembalikan sistem perekonomian Islami yang diberlakukan dalam wadah pelaksanaan Khilafah Islamiyah. Bahkan lebih mengerikan lagi dari itu adalah hampir 100 juta orang umat Islam Indonesia menolak mentah-mentah pemikiran untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah, sekaligus memerangi siapa pun orangnya yang mengusung serta memperjuangkan pemikiran tersebut. Rasulullah saw menyatakan :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْزِعُ الْعِلْمَ بَعْدَ أَنْ أَعْطَاكُمُوهُ انْتِزَاعًا وَلَكِنْ يَنْتَزِعُهُ مِنْهُمْ مَعَ قَبْضِ الْعُلَمَاءِ بِعِلْمِهِمْ فَيَبْقَى نَاسٌ جُهَّالٌ يُسْتَفْتَوْنَ فَيُفْتُونَ بِرَأْيِهِمْ فَيُضِلُّونَ وَيَضِلُّونَ (رواه البخاري)
Sungguh Allah tidak akan mengambil lagi ilmu begitu saja setelah Dia berikan ilmu itu kepada kalian, tetapi Dia akan mengambilnya bersamaan dengan mengambil para ulama berikut ilmu mereka sehingga yang tersisa adalah manusia sangat bodoh yang akan dimintai fatwa lalu mereka akan berfatwa berdasarkan semata pemikiran mereka (tanpa dasar ilmu), maka mereka menyesatkan orang lain dan diri mereka juga sesat. (HR Bukhari)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا (رواه البخاري)
Sungguh Allah tidak akan mengambil ilmu begitu saja dari manusia tetapi Dia akan mengambil ilmu seiring dengan mengambil para ulama hingga saat tidak ada lagi seorang pun yang berilmu, pastilah manusia menjadikan para pemuka sangat bodoh sebagai penggantinya, lalu mereka ditanya maka mereka pun memberikan fatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sendiri sesat dan menyesatkan. (HR Bukhari)

[Ust. Ir. Abdul Halim]

Sumber:Mediaislam.net
READ MORE

Ibadah Anak Hasil Zina

Tanya:

dari +628191550XXX : Apakah ibadahnya anak haram (lahir sblm nikah) bisa diterima, apakah jg bs masuk surga? Mhn penjelasan, sekarang. atas penjelasanya bnyk trima kasih.

Jawab:
Kepastiannya adalah anak yang terlahir dari zina tidak memiliki hubungan nasab baik dengan si wanita yang melahirkannya maupun dengan si pria pasangan zinanya. Hal itu karena nasab dalam Islam ditentukan bukan hanya oleh fakta biologis (golongan darah, DNA dan sebagainya) tapi juga oleh keabsahan aqad nikah antara seorang pria dan wanita yang menjadi bapak dan ibu si anak yang terlahir.

Tentang apakah ketaatan seseorang yang terlahir dari zina diterima oleh Allah SWT dan apakah dia bisa masuk surga? Maka jawabannya adalah ditunjukkan oleh sejumlah dalil antara lain :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra. berkata : telah berkata Nabi saw : semua yang terlahir dilahirkan sesuai fitrah, lalu kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nashrani atau Majusi. (HR Bukhari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw telah berkata : semua umatku akan masuk surga kecuali yang bersikap أَبَى. Mereka (para sahabat) berkata : wahai Rasulullah, siapakah yang bersikap أَبَى? Beliau menjawab : siapa saja yang mentaatiku pastilah masuk surga dan siapa saja yang membangkang kepadaku maka dialah yang bersikap أَبَى
(HR Bukhari)


Oleh karena itu siapa saja dari umat Islam termasuk yang lahir dari hasil zina, yang benar aqidahnya yakni mereka raih iman mereka dengan menggunakan aqal dan pembuktian, lalu dia taat sepenuhnya kepada Allah SWT dan Rasulullah saw, maka dipastikan akan masuk surga. Sebaliknya, siapa saja yang bersikap menentang dan membangkang kepada Allah SWT dan Rasulullah saw, seperti yang diperlihatkan Iblis saat diperintah sujud kepada Adam, maka walau dia atau mereka terlahir dari pernikahan yang sah, dipastikan tidak akan pernah masuk surga.

Jadi, persoalannya adalah bukan pada apakah terlahir dari pernikahan yang sah atau dari perzinahan untuk dapat masuk surga, melainkan kepada apakah beriman dengan benar dan lalu taat kepada Allah SWT dan Rasulullah saw. Allah SWT menyatakan :
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (النساء : 13)
Dan siapa saja yang mentaati Allah dan rasul Nya, pastilah Dia (Allah) akan memasukkan orang tersebut ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya, mereka pasti kekal di dalamnya dan itulah balasan yang luar biasa. (QS an-Nisaa [4]: 13)

[Ust. Ir. Abdul Halim]
Sumber : Mediaislam.net
READ MORE

Miras, Inex, dan Kecelakaan Maut




amdulillah, meski harus ‘memaksakan’ diri menulis liputan khusus dari diskusi yang digelar pada 25 Januari 2012 lalu, akhirnya kelar juga ditulis dan bisa dihadirkan kepada para pengunjung website MediaIslamNet.Com dan pembaca setianya. Ya, sudah berkali-kali disampaikan bahwa idealnya liputan khusus diskusi pekanan itu ditulis dan diupload ke website resmi MediaIslamNet segera setelah diskusi berlangsung. Namun saya selalu gagal memenuhinya. Seingat saya, rekor paling cepat itu adalah ditulis dan diupload pada keesokan hari setelah diskusi berlangsung. Jadi, untuk kesekian kalinya saya mohon maaf atas kendala yang seperti menjadi tetap bagi saya dalam menulis liputan khusus ini. Sampai-sampai Ustadz Umar Abdullah pernah suatu ketika di forum diskusi berseloroh: “Mari kita doakan bersama agar Ustadz OS bisa segera menuliskan liputan dari diskusi ini dan menguploadnya di website.” Halah, saya jadi tak enak hati. Maaf, untuk kesekian kalinya saya sampaikan.

Diskusi kali ini hanya diikuti oleh Ustadz Umar Abdullah beserta keluarganya, saya bersama anak saya, dan para santri Pesantren Media. Ya, lebih sedikit pesertanya ketimbang diskusi sebelumnya. Namun, karena komitmen kami sudah bulat bahwa apapun yang terjadi dengan jumlah peserta diskusi, insya Allah akan tetap dilaksanakan. Meski tentu saja pastinya tak akan maksimal sebagaimana jika peserta diskusinya lebih banyak. Terutama dalam sumbang saran dan juga mengajukan pertanyaan dan beragamnya jawaban dan caramenjawabnya. Insya Allah mudah-mudahan pada waktu yang akan datang peserta diskusi bisa lebih banyak lagi.

Tepat pukul 16.20 WIB, diskusi dimulai. Hidangan yang sudah tersedia adalah: pisang goreng, roti, dan teh manis. Tentu saja menambah nikmat suasana sore di Rumah Media. Ustadz Umar Abdullah memberikan prolognya seputar tema diskusi yang dipilih: “Miras, Inex, dan Kecelakaan Maut”. Ya, ahad pagi menjelang siang (sekitar pukul 11.00-an), 22 Januari 2012 lalu, telah terjadi kecelakaan maut. Kecelakaan terjadi di Jl M Ridwan Rais arah Tugu Tani, tepatnya depan Gedung Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat.

Pengemudi dan penumpang Daihatsu Xenia B 2479 XI usai menghadiri acara di Hotel Borobudur di Lapangan Banteng. Mobil yang dikemudikan Afriyani Susanti (29) berjalan dari arah Hotel Borobudur di Lapangan Banteng menuju Tugu Tani. Di depan Gedung Kemendag, kendaraan oleng kemudian banting setir ke kiri dan menabrak pejalan kaki di trotoar, serta merusak halte bus di depan Gedung Kemendag.

Dalam laporan yang diturunkan Republika (24/01/2012, edisi cetak—ditulis dengan ejaan Afriani, bukan Afriyani), ditulis kronologi sebelum kejadian. Sabtu (21/1), Afriani bersama tiga rekannya yang sebaya ini diundang menghadiri acara ulang tahun teman mereka di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada pukul 20.00-22.00 WIB. Acara di tempat ini hanyalah ‘pemanasan’ buat mereka. Setelah menghadiri pesta ulang tahun temannya itu, Afriani dan ketiga rekannya meluncur ke sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kawasan ini memang tak pernah ‘tidur’, apalagi pada Sabtu malam. Di tempat ini, Afriani menenggak bir dan wiski. Waktu pun terus berjalan. Mereka memutuskan hengkang dari Kemang pada Ahad (22/1) dini hari pukul 02.00 WIB. Selepas dari kawasan Kemang, mereka tidak menuju ke rumah masingmasing. Afriani dan ketiga temannya‘membelah’ Jakarta dari selatan menuju ke kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Mereka lantas masuk ke kelab malam kondang bernama Stadium.

Di Stadium, mereka patungan membeli dua butir pil ekstasi seharga Rp 100 ribu. Masing-masing mengonsumsi sete ngah butir pil. Di tengah pesta itu, salah satu rekan Afriani mengisap lintingan daun ganja dari salah satu rekan yang kebetulan juga sedang berada di Stadium.

Empat sekawan ini berada di Stadium hingga Ahad (22/1) pagi. Mereka benar-benar memutuskan pulang pada pukul 10.00 WIB. Mereka harus meng ambil dulu satu mobil yang se ngaja ditinggal di Kemang. Dari Stadium, mereka melewati kawasan Gambir karena jalan protokol sedang berlaku Hari Bebas Kendaraan Bermotor.

Di Jalan M Ridwan Rais, Afriani yang mengendarai mobil Daihatsu Xenia hitam B 2479 XI kehilangan kesadaran. Berbagai jenis miras dan narkoba yang merasuki tubuhnya membuat Afriani tak mampu mengendalikan mobil. Ketika tiga temannya pulas tertidur, Afriani menghantam kerumunan orang di trotoar. Korban sebagian besar adalah orang-orang yang baru saja selesai berolahraga di kawasan Monas. Mobil maut Afriani menyeruduk 12 orang. Mereka terpental karena mobil melaju dengan kondisi kencang. Salah satu korban tergilas di bawah mobil sehingga mobil harus diangkat untuk mempermudah evakuasi.

“Keterangan tersangka berbelit-belit dan berubah-ubah,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menanggapi proses pemeriksaan terhadap Afriani.

Hasil tes urine menunjukkan Afriani dan ketiga temannya— Arisendi (34), Denny Mulyana (30), dan Adistina Putri (26)— positif mengandung amphethamine. Keempatnya menjadi tersangka.

Petugas piket tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Umar Wirahadikusuma mengatakan, kondisi terakhir Afriani Susanti terlihat tenang. Menurut Umar, kondisi Afriani biasa saja, bahkan tidak terlihat ada penyesalan di wajahnya.

“Mengerikan, dahsyat, dan herannya mengapa ancaman hukumannya hanya maksimal 6 tahun?” Ustadz Umar Abdullah mengakhiri prolognya sambil geleng-geleng kepala.

Mencari jawaban
Seperti biasanya kesempatan bertanya diberikan kepada para peserta diskusi. Taqiyuddin Abdurrahman, siswa kelas 1 (setingkat SD) di sebuah homeschooling yang diberi kesempatan pertama untuk bertanya mengajukan satu pertanyaan, “Kenapa kok mobilnya bisa naik ke trotoar?”

Abdullah, siswa kelas 4 homeschooling seperti biasa mengajukan pertanyaan, “Sebenarnya harusnya berapa sih tahun sih hukuman bagi penabrak itu? Oya, shabu itu apa?” ujar Abdullah sambil mengingat ucapan yang sempat terlontar dari peserta lain dalam forum diskusi.

Pertanyaan Abdullah ini disusul oleh Muhammad Qais, “Dalam Islam, sanksinya apa sih untuk pelaku tersebut?” Lalu disusul oleh peserta diskusi dari para santri Pesantren Media. Salah seorang di antaranya yang bernama Novia Handayani menyampaikan pertanyaan, “Setelah peristiwa itu ada ritual nyiram kembang, apakah itu dibenarkan dalam slam? Apakah benar yang nabraknya akan dihantui oleh parakorban? Hukumannya apa?

Ustadz Umar Abdullah menjawab pertanyaan dari Taqi, panggilan akrab Taqiyuddin Abdurrahman, “Mobil mudah untuk naik ke trotoar. Apalagi jika kecepatan tinggi. Lagipula trotoar di sini kan pendek-pendek, masih lebih tinggi ban mobil. Pengemudinya ngantuk dalam kasus ini. Bahkan masih dalam pengaruh miras dan narkoba,” jelasnya.

Sebagai pemimpin dalam diskusi ini, Ustadz Umar Abdullah memilih dan memilah pertanyaan yang hendak dijawab lebih dahulu dan yang dijawab belakangan. Ia juga sering meminta peserta diskusi lain untuk menjawab pertanyaan yang diajukan peserta lainnya. Untuk pertanyaan yang diajukan Novia, “Di sekitar bekas kejadian, ada ritual menyiram bunga, apakah itu dibolehkan?” Fatimah, siswi kelas 6 di sebuah SDIT dan juga santri kalong Pesantren Media menjawab, “Syirik tuh!” Tetapi buru-buru ditukas oleh Ustadz Umar Abdullah bahwa itu tidak sampai syirik.

Kemudian, Ustadz Umar Abdullah menjelaskan bahwa Rasulullah saw. pernah memetik pelepah kurma yang masih basah lalu ditancapkan di atas kuburan. Diriwayatkan dalam hadits bahwa saat beliau melalui dua kuburan yang sedang diadzab, beliau mengambil sebatang pelepah kurma yang masih basah. Dan membelahnya menjadi dua bagian lalu menancapkan kepada masing-masing dari kedua kuburan itu satu bagian. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu?” Rasulullah saw. menjawab, “Mudah-mudahan adzab diringankan dari keduanya selama kedua pelepah ini belum mengering.”

“Apakah harus menabur bunga? Boleh. Asal tidak mewajibkanmua. Jika mewajibkan berarti bid’ah. Lain dengan syirik. Dan ini tidak sampai syirik. Malah seharusnya di TKP tidak boleh diubah dahulu sebelum penyelidikan selesai,” tambah Ustadz Umar Abdullah menyikapi pertanyaan yang diajukan Novia Handayani.

“Apakah pelaku akan dihantui oleh para korban?” tanya Ustadz Umar Abdullah mengutip pertanyaan yang disampaikan Novia. Lalu Abdullah menjawab, “Itu kan mitos. Tidak akan lah menakuti-nakuti”.

Farid Abdurrahman punya pendapat agak lain, “Kalau dalam mimpi mungkin saja, tetapi kalau nyata tidak,” ujarnya.

Ustadzah Latifah Musa kemudian ikut nimbrung. Beliau menyampaikan bahwa, “Penampakan-penampakan itu bisanya dari jin. Kalau dalam mimpi bisa. Sebagaimana tentang hadits Zubair bin Awam, yang bermimpi tentang ayahnya yang minta dilunasi utangnya.”

Setelah memberi kesempatan kepada peserta diskusi untuk menjawab pertanyaan, Ustadz Umar Abdullah menyampaikan pendapatnya, “Mungkin saja akan menghantui. Ruh-ruh itu bisa bertemu dalam mimpi. Bukti bahwa ruh bisa bertemu dalam mimpi, adalah contohnya seseorang bisa bemimpi bertemu Rasulullah, padahal jin tidak bisa menyerupai ruh Rasulullah. Memang, jin bisa masuk ke dalam mimpi orang. Biasanya hal-hal yang menyeramkan. Arwah adalah jamak dari ruh. Jadi sebetulnya jangan takut. Harusnya diusir dengan ayat-ayat rukyah. Aisyah ra saja pernah membunuh jin dalam wujud ular,” Ustadz Umar Abdullah memberikan penjelasan panjang lebar.

Menjawab pertanyaan tentang hukuman bagi pelaku, Ustadzah Lathifah Musa memberikan tanggapannya, “Itu tergantung perbuatannya. Harus dirinci. Jadi pelaku bisa dihukum mulai dari mengkonsumsi miras/narkoba, dugem, keluar rumah bagi seorang perempuan, ngebut, nabrak orang. Jadi hukumannya berlapis.”

“Ya, setiap perbuatan salah harus diberikan hukumannya,” Ustadz Umar Abdullah mengamini pendapat Ustadzah Latifah Musa. Ia juga menekankan bahwa mengendarai kendarai dengan ngebut bisa menjadi sarana mencelakakan orang lain.

Menanggapi rincian hukuman seperti yang disampaikan Ustadzah Lathifah Musa, Ustadz Umar Abdullah menyampaikan pendapatnya, “Pertama, perempuan keluar malam tidak bersama mahromnya, ada hukumannya, dan bentuk hukumannya terserah kepada qadhi (hakim). Kedua, cambur-baur laki perempuan, ada hukumannya juga. Ketiga, meminum khamr. Ini termasuk had (dibatasi hukumannya oleh Allah Swt), yakni dihukum dengan cara dicambuk pakai rotan 80 kali cambukan. Dan itu dilakukan di depan umum. Pelaku laki-laki dibuka bajunya kemudian dicambuk, sementara pelaku perempuan tetap pakai baju ketika dicambuk dengan rotan. Keempat sanksi untuk minum ekstasi, hukumannya diserahkan ke hakim. Kelima, mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, ngebut. Hukuman diserahkan ke hakim. Keenam, menabrak orang sampai tewas. Dalam kasus hingga menewaskan orang ini, syariat Islam menjelaskan ada pilihan berupa qishash (pembalasan setimpal, jika membunuh ya aka dibunuh), diyat (dibayarkan kepada ahli waris korban), atau dimaafkan oleh keluarga korban. Jadi Afriyani bisa dikenakan hukuman berlapis seperti ini. Khusus untuk membayar diyat syariah Islam mengatur bahwa diyat pembunuhan untuk satu orang dewasa adalah 100 ekor unta, 40 ekor di antaranya unta yang bunting,” jelas Ustadz asal Jawa Timur ini.

Menyikapi ancama hukuman bagi Afriyani yang hanya maksimal 6 tahun, Ustadz Umar Abdullah justru mempertanyakan di mana rasa keadilan itu. Bahkan pemerintah yang memberikan santunan Rp 25 juta per orang yang meninggal dalam kecelakaan tersebut sangatlah rendah dalam ‘menghargai’ nyawa manusia. “Sebab, seharusnya pelaku jika pun tidak di-qishas, tetapi disuruh membayar diyat maka jumlahya sangatlah besar, yakni seharga 100 ekor unta, 40 di antaranya unta yang sedang bunting. Bahkan menurut Ustadz Umar Abdullah, jika di suatu negara sulit mendapatkan unta, maka berdasarkan ijtihad Umar bin Khaththab ra, bisa diganti dengan uang 1000 dinar (atau sekitar Rp 2,125 miliar per orang. Catatan: 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas dan jika harga emas Rp 500 ribu per gram). Nah, yang meninggal 9 orang, maka ya Rp 2,125 miliar dikali 9 = Rp 19,125 miliar). Selain itu, berdasarkan ijtihad Umar bin Khaththab ra juga bisa diganti dengan 200 ekor sapi, atau 1000 ekor domba. Oya, dalam kasus itu ada juga ibu hamil yang jadi korban, berarti ada diyat untuk janin yakni, 1/10 diyat orang dewasa. Temannya Afriyani juga akan kena hukuman sama dengan Afriyani kecuali sanksi untuk ngebut dan nabrak orang. Termasuk hukuman dari yang terluka maka yang membuat cedera akan dihukum sesuai kasusnya. Inilah hukuman dalam syariah Islam. Ya, tidak ada hukum yang seindah dan seadil Islam. Hukuman buatan manusia? Ya, seperti ancaman untuk Afriyani,hanya maksimal 6 tahun penjara. Jelas merendahkan nyawa manusia. Merujuk kepada keinginan keluarga korban, Afriyani seharusnya dihukum seberat-beratnya,” tegas Ustadz Umar Abdullah menutup komentar panjangnya.

Menyelesaikan problem ini
Senja di atas langit Laladon sudah tampak. Adzan maghrib tinggal menunggu hitungan menit. Diskusi harus diakhiri dan memiliki kesimpulan. Maka, pembahasan mengerucut kepada bagaimana sikap terbaik bagi keluarga korban dan apa upaya yang bisa dilakukan agar tak terulang kejadian serupa.

Ustadzah Lathifah Musa mengajukan pertanyaan, “Sikap terbaik bagi keluarga korban apa dalam kasus ini?”

Tanggapan Ustadz Umar Abdullah, “Ada tiga pilihan. Meminta pengadilan menghukum dengan balasan setimpal (qishash), yakni dibunuh. Kedua, pelaku membayar diyat kepada ahli waris korban, dan ketiga keluarga korban memaafkan pelaku. Tapi rasanya sulit dalam kasus ini keluarga korban memaafkan pelakunya,” jelasnya.

Lalu Ustadz Umar Abdullah mengisahkan sebuah peristiwa di masa Umar bin Khaththab ra. Begini kisahnya. Di Masa Pemerintahan Amirul Mu`minin Umar bin Khaththab ra ada seorang laki-laki yang membunuh seseorang. Anak-anak korban pembunuhan mengajukan kasus ini ke pengadilan. Oleh Umar sang khalifah, laki-laki pembunuh tersebut diputuskan untuk dijatuhi hukuman mati karena ahlu waris korban tidak mau menerima diat (tebusan), apalagi memaafkan kesalahan si pembunuh.

Laki-laki pembunuh itu pun menerima keputusan hukum Islam atas dirinya berupa hukuman mati. Namun ia keberatan jika hukuman dilakukan hari itu juga. Ia mengajukan penundaan hukuman beberapa hari agar ia bisa memberitahu keluarganya mengenai hukuman yang menimpanya.

Umar tidak bisa menerima permohonannya kecuali jika ada yang menjaminnya. Artinya, jika laki-laki terpidana hukuman mati itu tidak kembali sampai akhir batas waktu yang telah ditentukan, maka penjamin harus menggantikannya menjalani hukuman mati.

Tak disangka, Abu Hurairah yang tidak kenal dengan terpidana menyatakan bersedia menjadi penjaminnya.

Maka pulanglah laki-laki terpidana mati itu ke keluarganya.

Pada hari terakhir dari toleransi waktu yang diberikan Khalifah Umar, lelaki terpidana mati itu belum juga kembali. Hingga waktu menjelang sore mau habis, dia juga belum juga terlihat. Melihat kenyataan tersebut, Abu Hurairah nampak gelisah.

Namun karena Abu Hurairah ra sudah menyatakan kesediaannya menjamin, maka beliau bersiap menggantikannya menjalani hukuman mati. Di saat-saat kritis itulah, tiba-tiba berseru orang dari kejauhan, “Berhenti! Berhenti! Jangan diteruskan!”

Ternyata orang yang berseru itu adalah sang terpidana. Dia baru saja tiba dari kampung halamannya.

Melihat kejadian tersebut, dengan takjub Umar bin Khaththab sang amirul mu`minin bertanya kepada terpidana mati.

“Kenapa kau kembali. Bukankah ada kesempatan bagimu untuk melarikan diri dari hukuman mati ini?” tanya Umar

“Memang betul. Aku bisa saja lari dari hukuman ini. Tapi apa kata orang, jika aku lari, mereka akan mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi di dunia ini laki-laki yang baik,” kata lelaki terpidana mati itu.

Tak kalah takjubnya dengan keputusan Abu Hurairah, Umar bertanya kepadanya.

”Wahai Abu Hurairah, mengapa engkau bersedia menjamin orang itu. Engkau tidak mengenal orang itu dan engkau tahu jika ia tidak kembali maka engkau yang akan menggantikannya menerima hukuman mati?” tanya Umar

”Wahai Amirul Mu`minin, aku khawatir jika tidak ada yang menjaminnya, maka orang-orang akan mengatakan bahwa di dunia ini sudah tidak ada orang yang baik yang mau menjamin saudaranya,” kata Abu Hurairah.

Melihat pemandangan tersebut, para ahlu waris si terbunuh pun memaafkan terpidana mati tersebut.

Masih dengan ketakjuban Umar bertanya ke ahlu waris si terbunuh tersebut, ”Mengapa kalian memaafkan sang pembunuh?”

Mereka menjawab, ”Kami khawatir jika orang-orang mengatakan bahwa di dunia ini sudah tidak ada lagi orang baik yang mau memaafkan saudaranya.” Subhanallaah…

“Tetapi masalahnya, dalam kisah ini yang membunuhnya itu termasuk orang baik-baik. Lha, bagaimana dengan Afriyani? Dia mengendarai mobil dalam keadaan otaknya dipengaruhi miras dan narkoba?” Ustadz Umar Abdullah mempertanyakan sekaligus menyindir.

Setelah menyimak kisah teladan dan tanggapan Ustadz Umar Abdullah, Ustadzah Lathifah Musa mengajukan pertanyaan, “Dalam kasus ini siapa yang paling bersalah?”

Abdullah, peserta diskusi dari kalangan anak-anak itu menjawab spontan, “Orangnya, dan teman-temannya.” Lalu diamini oleh Ustadz Umar Abdullah, “Betul!”

Lebih lanjut, Ustadz Umar Abdullah merinci, siapa saya yang berhak disalahkan dalam kasus ini, “Banyak yang bisa dipersalahkan: penyedia wiski, penyedia narkoba, dan juga negara yang saat ini menerapkan hukum kufur,” tegasnya.

Lalu apa solusinya? “Diskotik ditutup, diganti usaha lain, banyak rest area di jalanan umum untuk meminimalisir kelelahan saat mengendara, pabrik miras ditutup, produksi narkoba dihentikan,” jawab Ustadz Umar Abdullah.

Disampaikan oleh Ustadz Umar Abdullah bahwa di jaman pemerintahan Umar bin Khaththab ra, banyak rest area, namanya Rumah Tepung. Ini kan bagus,” ujarnya.

Adzan magrib sudah berkumandang, diskusi pun diakhiri. Pertanyaan sudah dijawab, solusinya sudah ditawarkan dan penekanan dalam diskusi ini adalah, negara harus menciptakan rasa aman bagi rakyatnya, perlindungan hukum yang benar. “Untuk kasus-kasus tertentu seperti kecelakaan di jalan raya, pemerintah harus ketat mengawasi para pengendara yang melintas di jalan raya, misalnya memasang alarm ketika sebuah kendaraan melebihi batas kecepatan yang dibolehkan. Sehingga petugas jaga di tempat-tempat yang dilalui banyak orang bisa mengejar pelaku. Untuk hal ini, bisa saja akan membuat banyak petugas dikerahkan, tetapi demi kemanan dan perlindungan terhadap rakyat, negara harus mengupayakannya,” demikian disampaikan Ustadz Umar Abdullah menutup kesimpulan dan dilanjut dengan berdoa agar kajian ini diberkahi Allah Swt.dan kaum muslimin senantiasa merindukan tegaknya syariat Islam di muka bumi ini, agar semua problem bisa diselesaikan. Semoga tulisan ini pun adalah bagian dari upaya penyadaran umat dengan opini Islam yang shahih. Insya Allah.

Sumber : Mediaislam.net
READ MORE

Air Mata Persahabatan



Air itu…

Mengalir di pipiku

Jatuh satu persatu

Menggambarkan perasaanku



Mata yang berlinang

Pipiku yang basah

Isak yang terdengar

Menambah perih perasaanku



Air itu…

Begitu hebat

Melunturkan hati

Sampai tak berwarna lagi



Isak yang terdengar

Begitu dahsyat

Meretakkan tembok hati

Hingga pecah berkeping-keping



Bergetar tanganku

Menggigil tubuhku

Pusing kepalaku

Sakit perasaanku



# SAHABAT…

DIA YANG MENEMANI

SAAT SUKA DAN DUKA

TERIMA KASIH

UNTUK SELAMANYA



Ia datang

Saatku membutuhkan

Hingga tak ada lagi

Isakan yang terdengar



Karna dia

Tak ada lagi tangan yang gemetar

Tak ada lagi tubuh yang menggigil

Tak ada lagi… dan tak ada lagi



#



Air itu…

Masih tetap ada

Air yang berlinang

Di pipi yang basah



Hanya kini

Tak gambarkan kesedihan

Keperihan

Ataupun kesakitan



Air itu…

Tak menyatu dengan amarah

Ataupun ketakutan

Namun kini

Dengan kebahagiaan



#



Air itu…

Air mata keharuan

Yang kau ubah

Menjadi senyuman



Sahabat…

Terima kasih

Telah menemani

Di saat suka maupun duka



Kisah kita

Kan terukir

Dalam memori persahabatan

Yang tak akan kulupakan

Selamanya
sumber : mediaislamnet.com
READ MORE

Curug Cihurang, Indah Nian

Karya: Novia Handayani


Curug Cihurang, Bogor

Keindahan alam yang terpancar di Curug (air terjun ) Cihurang membuat masyarakat yang melihat menjadi senang. Kesejukanpu tidak bisa lepas dari mereka yang merasakan. Jalan berliku-likupun tak menyurutkan semangat mereka, demi melihat keindahan alam di Curug Cihurang.

Pesantren Media, Gunung Salak – Jumat (30/12/2011), Pencarian Vila untuk Pemilik Yayasan Mutiara Ummat dan SMP Khoirul Ummah yakni Bapak Mono dan keluarga, harus melewati jalan kecil yang berliku dan dekat dengan jurang. Sebelum pencarian vila dimulai, terlebih dahulu kami mencari Mbak Yuni yang sedang menunggu di Jalan Cinangneng, setelah itu kami juga mengajak salah satu warga (teman Mbak Yuni) yang tinggal di daerah sana sebagai penunjuk jalan dan juga informasi.

Saat kami sudah menemukan orangnya, kami langsung pergi menuju Gunung Bunder, Tenjolaya sambil melewati pasar Jumat yang artinya, hanya ramai di hari Jumat saja. Belum lagi macet yang mengganggu kami membuat kami sabar menunggu kemacetan selesai. Setelah lumayan lama kami menyusuri jalan demi jalan, akhirnya sampailah kami ke Gunung Bunder. Tapi sebelum kami masuk, terlebih dahulu kami membayar uang masuk seharga 6 ribu rupiah untuk satu orang, sedangkan kami berjumlah 11 orang (Ustad Umar, Ustadzah Lathifah Musa, Fatimah, Abdullah, Taqi, Muhammad, Novi (saya), Neng Ilham, Mbak Yuni, dan Mbak Rahma).

Selesai mengurus pembayaran, kami langsung melihat-lihat dan mengawasi nama tempat wisata yang ada disana sambil sesekali melihat ribuan pohon pinus yang ada di sebelah kiri kami.

Mencari vila

Semakin jauh kami berjalan, semakin kecil jalan yang kami lewati, belum lagi dengan jalan yang semakin lama semakin berliku. Di mulai dari situlah, rasa kewaspadaan dan keberanianpun harus menjadi kunci utama dalam melewati jalan yang sangat berbahaya. Belum lagi dengan kabut dan hujan yang bisa saja menghalangi penglihatan para masyarakat yang menyetir mobil ataupun motor. Gunung Salak 2 yang memiliki 7 Curug ini, di antaranya Curug Cihurang, Curug Luhur, Curug Sewu, Curug Cigane dan Curug Ngumpet.

Setelah kami lewati satu-persatu demi mencari vila. Meskipun kami tidak masuk ke satu demi satu curug yang ada disana. Kamipun tidak pernah lepas untuk bertanya kepada warga yang tinggal disana. Selama kami berusaha mencari, vila demi vilapun berhasil kamu temukan, sebelum kami temukan di daerah gunung salak ini. Kami terlebih dahulu menemukan vila yang bernama vila “ Dicky”, saat kami sudah masuk ke dalam gunung salak, kami menemukan vila yang kebetulan berdekatan dengan salah satu curug yang berada disana. Kadang kami juga menemukan vila yang jauh jaraknya dari curug.

Selesai mencari-cari vila, kami langsung bermain di salah satu sungai di depan pintu masuk Curug Cihurang ditemani gorengan yang tadi kami beli, setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan kami untuk pulang sekaligus untuk mengantar Mbak Rahma dan Mbak Yuni pulang. Setelah itu, kami langsung menuju kampus IPB, saat sudah sampai kami masuk ke dalam IPB untuk mencari masjid. Saat sudah ketemu, Ustad Umar dan anak laki-lakinya pergi ke masjid untuk shalat sedangkan santri akhwat “ Pesantren Media “ dan istri serta anak perempuan Ustad Umar, menunggu mereka di mobil.

Saat mereka sudah selesai shalat kami langsung pergi meninggalkan Masjid dan berhenti di dekat dekat Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan IPB untuk membeli es susu, saat sudah beli, kami lagsung langsung pergi menuju Hotel di pinggir jalan raya untuk bertanya-tanya soal penginapan.

Minggu, (01/12/2011), kami (Santri Pesantren Media (Novia, Neng Ilham, dan Kak Farid), Pemilik Yayasan (Pak Mono dan keluarga), dan Pemimpin Direktur Pesantren Media (Ustad Umar Abdullah dan keluarga), pergi ke tempat Rihlah SMP Khoirul Ummah dalam rangka pengambilan rapot kelas 1 dan 2 SMP.

Rihlah yang diadakan di Curug Cihurang, Pamijahan, Bogor ini sudah berjalan sejak tanggal 30 November. Rihlah yang diisi dengan penghafalan ayat al-Qur’an, Games, lomba masak dan lain-lain itu, disambut baik para peserta ikhwan ( laki-laki ) dan akhwat ( perempuan ).

Meskipun hujan lebat mengguyur tenda mereka yakni tenda khusus akhwat dan ikhwan, tapi mereka tetap semangat dan saling bersenda gurau bersama. Sebelum hujan lebat mengguyur wilayah tempat rihlah mereka, mereka dan gurunya sedang asik bermain games, dan kebetulan guru yang mengajar mereka itu adalah calon guru “ Pesantren Media “ yakni bernama Ustad Iwan Januar.

Proses pengambilan raport
Satu-persatu orang tua siswa mulai berdatangan dan sebagian dari mereka membawa payung dan jas hujan karena hujan waktu itu sangat lumayan besar, sedangkan guru-guru sibuk mengurus raport yang sebentar lagi akan dibagikan, salah satunya wali kelas dari kelas 2 SMP Khoirul Ummah yang bernama Ustadzah Ir. Lathifah Musa (Pemimpin Redaksi Voice Of Islam sekaligus istri Ustad Umar, Pemimpin Direktur Pesantren Media).

Karena pembagian raport di tenda akhwat, para akhwat salah satunya anak dari pemilik yayasan SMP Khoiru Ummah, diminta oleh salah satu gurunya untuk berkumpul di tenda ikhwan untuk menyaksikan games yang dilakukan para ikhwan. Saat para akhwat sudah tidak ada di tenda, pembagian rapotpun mulai dilakukan, acara pertama adalah, sambutan dari Kepala Sekolah Khoiru Ummah sekaligus memberitahukan perkembangan akhwat dan ikhwan selama proses rihlah berlangsung ditemani dengan hidangan kue yang dibawa oleh wali murid, lalu dilanjutkan kembali dengan materi pelajaran yang ada di SMP Khoiru Ummah, dan lain-lain.

Saat penyambutan dari Kepala Sekolah sudah selesai, pembagian rapot pun mulai dilakukan dengan cara mencari wali kelas masing-masing seperti kelas 7 dengan wali kelas 7 dan 8 dengan wali kelas 8. Karena kebetulan akhwat dan ikhwan dipisah, maka wali kelasnyapun dipisah.

Selama proses pengambilan rapot berlangsung, para wali kelas berusaha menjelaskan perkembangan sang anak selama sekolah di sana. Sedangkan santri akhwat Pesantren Media memutuskan untuk pergi ke Curug Cihurang agar bisa mendapatkan foto dari dekat, belum lagi para santri mendapatkan tugas membuat reportase tentang Curug Cihurang dan proses Rihlah. Maka dari itu, para santri akhwat harus mengambil foto yang ada di sana. Santri ikhwan pun sama.

Saat foto-foto selesai, kami langsung kembali ke tenda. Saat kami sudah sampai tenda, kami melihat anak-anak yang masih kecil sedang berusaha menawarkan barang dagangannya. Rasa pegal di leher ( untuk membawa barang dagangannya yang mereka gantung di leher mereka sambil memakai tali ) mereka tidak dipedulikan oleh mereka. Meskipun hujan mengguyur tubuh mereka, tapi mereka tetap semangat menjajakkan barang dagangannya. Meskipun cuekan dan tolakkan telah mereka dapatkan, memang mereka kecewa dan sakit hati, tapi itulah manusia, ada yang peduli ada juga yang tidak peduli dengan orang susah.

Tidak terasa, satu-persatu wali murid dan anak-anaknya mulai berhamburan pulang setelah mereka sudah mendapatkan rapotnya. Ada juga anak murid yang tidak bareng dengan orang tuanya, tapi mereka bareng dengan guru dengan cara naik angkot.

Sedangkan kami ( Santri Pesantren Media dan keluarga Ustad Umar ) memutuskan untuk ke Curug Cihurang sebentar untuk foto-foto dan main air. Tapi karena akhwat dan ikhwan bercampuran disana, akhirnya kami hanya mengambil foto saja, setelah itu, kami langsung pulang ke rumah, meskipun kami agak sedikit tersesat. Tapi untungnya, setelah kami mengikuti jalan demi jalan, akhirnya kami sampai ke rumah.[]
READ MORE

TUGAS ISOA

1.Sebutkan distro linux yg anda ketahui, minimal 8, dan sebutin tentang linux mint!
2.Sebutkan jenis partisi yg ada di linux red hat!
3.Direktori apa aja yg ada di linux? buat struktur direktory dan fungsinya.
4.Sebutkan perintah2 dasar linux yg anda ketahui dan fungsinya.
5.Buat cntoh perintah linux dan hasilnya.

Jawab
1.Linux Mint, Fedora,Ubuntu,Suse,Mandrake,RedHat,debian,Turbo Linux
Linux Mint :Linux Mint adalah distribusi linux yang berbasis Ubuntu dengan tujuan
membuat distribusi linux yang komplit “out‐of‐the‐box”, diantaranya adalah browser
plugins, suport multimedia yang lebih lengkap, java dan lain sebagainya

2.ext2, Linux swap, msdos

3.




/ : menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.

/bin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).

/sbin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).

/home : berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.

/usr : berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.

/opt : berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.

/root : merupakan “home” nya superuser / root / administrator.

/tmp : singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso ) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.

/etc : secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

/mnt : berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

/var : Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti “/etc”. Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var.

/boot : berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off menjadi hidup/on)

4.cd : untuk masuk ke direktori
cp : untuk mengcopy file ke lokasi yang dituju
vi : untuk membuat file
mkdir: untuk membuat direktori
rmdir: untuk menghapus direktori
su : untuk mengisi paswword
mv : untuk memindahkan suatu dile
clear: menghapus perintah linux secara keseluruhan
pwd : Untuk menuju ke direktori Home

5.cd/home/zakey : masuk ke direktori zakey
cp/home/zakey/latihan.txt /home : mengcopy file ke direktori home
mkdir wismoyo : membuat direktori yang bernama wismoo
rmdir wismoyo : menghapus direktory yang bernama wismoyo
vi latihan.txt: membuat file yg bernama "latihan.txt."
pwd : Otomatis membawa ke home
/ : kembali ke root
READ MORE

Moto GP News

Football News

Formula 1 News

Sport News

Visitors

About Me

Resource

Basketball News

Site Map

Advertise